Khasiat Teh Rosella Merah

Khasiat Rosela Merah Khasiat dalam Secangkir Teh
(Dimuat di Tabloid Dwimingguan AGRINA Vol.2 No. 47, 21 Febr – 6 Maret 2007)
www.agrina-online.com  dan  www.plantamedikaloka.com

ImageBosan terpenjara obat-obat­an kimia atau takut menjala­ni pengobatan konvensio­nal? Mengapa tak mencoba teh rosela merah? Selain nikmat diminum, murah, juga minim efek samping.

Teh berwarna merah cantik ini memang multikhasiat. Bunga rosela merah yang telah clikeringkan dan dise­duh menjadi secangkir teh yang berci­tara rasa sedikitasam ini mampu meng­atasi batuk, asam urat, kolesterol, hipertensi, radikal bebas, dan penye­gar (tonik). Selain itu, berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan ilmu­wan Sudan, rosela merah juga berkha­siat untuk menurunkan tekanan darah (hipotensif), antikejang saluran perna­pasan, anticacing (antelmintik), dan antibakteri.

Hipertensi dan Jantung

Lima belas tahun didera kencing manis (diabetes mellitus) membuat H.Lili Sadeli (58 tahun) bosan makanobat dan ingin mencari cara pengobatan lain. Setelah mencari informasi ke sana­kemari, akhirnya ia mencoba perun­tungannya dengan mengonsumsi rose­la merah. “Alhamdulillah, setelah tiga bulan minum teh rosela merah, gula darah saya turun dari 320 menjadi 101 dan tekanan darah saya juga memba­ik,” ujar lili.

Selama tiga bulan pertama, ia rutin mengonsumsi teh rosela merah seba­nyak tiga kali sehari. Setelah itu, ia merawat kesehat­annya dengan meneguk teh rose­la merah dua kali sehari. Kini ia ter­bebas dari obat­obatan kimia yang telah ia konsumsi selama lima belas tahun dan kesehat­annya pun mem­baik.

Kesaksian lain datang dari Lina (29 tahun) yang awalnya tersiksa dengan degup jan­tungnya yang tidak normal sehingga membu­atnya sulit tidur. “Mau ke dokter takut didiagnosis penyakit berat dan  biayanya pasti nggak sedikit,” dalihnya. Warga Perumahan Taman Legian, Sentul (Bogor) ini akhirnya mencoba teh rosella merah untuk mengatasi gangguan kesehatannya.

Pertimbangannya, di samping minim efek samping, harga teh rosela merah juga relatifterjangkau. Hasilnya, bukan saja ia merasa lebih sehat dan segar,

bobot badannya pun turun sekitar 7 kg dalam waktu konsumsi selama satu tahun. ”Meskipun sudah merasa sehat, saya tetap minum teh rosela merah agar tetap bugar dan menjaga berat badan,” ujar Lina yang sebelumnya berbobot 70 kg dengan tinggi 154 cm.

Tonik Hingga TBC

Rosela merah (Hibis­cus sabdariffa) dulu merupa­kan penghias pagar rumah atau pekarang­an. Saat ini lebih dari 100 varietas rosela tumbuh di Indonesia.  Namun jenis yang paling banyak dibudi­dayakan ada­lah rosela ber­bunga merah.

Berbagai penyakit dapat diatasi oleh herba tropis ini, seperti batuk, asam urat, kolesterol, hingga hipertensi.

Image Selain itu, rosella merah berkhasiat menangkal radikal bebas dan bersifat la merah untuk mengatasi gangguan sebagai penyegar (tonik). Hal ini bukan isapan jempol semata karena rosella merah mengandung berbagai senyawa berkhasiat, seperti antioksidan, asam esensial, beta karoten, potasium, zat besi, dan berbagai jenis vitamin.

Penggunaan rosela merah sebagai obat oleh masyarakat awalnya bersifat kebetulan dan coba-coba saja. Namun sejumlah ilmuwan berhasil meneliti khasiatnya. Salah satu di antaranya Abd Al-Aziz Sharaf dari Sudan Research Unit, Institute of African and Asian Studies.

Pada 1962, Sharaf membuktikan bawa bunga rosella merah mempunyai khasiat menurunkan tekanan darah (hipotensif), antikejang saluran pernafasan, anticacing (antelmintik), dan antibakteri. Tiga tahun berikutnya Sharaf juga berhasil membuktikan bahwa zat warna merah di kelopak bunga perdu ini dapat mematikan Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit TBC.

Kemasan Praktis

Berbagai cara dilakukan orang da1am mengonsumsi rosela merah, antara lain dalam bentuk segar, dijadikan bumbu masak, atau sambal sebagai pengganti tornat. Cara tradisional yang paling sering dilakukan masyarakat adalah dengan mengeringkan bunga­nya.

Mula-mula kelopak bunga dipisahkan dari bijinya. Kemudian kelopak bunga ini dikeringkan di bawah panas sinar rnatahari. Kelopak bunga yang telah dikeringkan, siap diseduh air panas. Cukup  tigakuntum bunga rosela merah untuk. mendapatkan secangkir teh rosela merah hangat dengan warna yang cantik.

Saat ini, sejumlah produsen herbal mulai memproduksi rosela merah dalam bentuk yang mudah dikonsum­si, yaitu teh celup (teabag) dan kapsul.  Selain itu, rosela merah juga hadir dalam bentuk selai, manisan, dan sirup. Produk olahan rosela merah ini memi­liki daya tahan lebih dari satu tahun – asalkan diolah secara higienis.

Rosela merah kering di tingkat kon­sumen dijual dengan harga Rp400.000- Rp500.000/kg. Saat ini rosela ban yak dibudidayakan di Gunungkidul (Daerah Istimewa Yog­yakarta) , Jember, Bangil, Banyuwangi, Tulungagung (Jawa Timur), dan Pun­cak (Bogor), Sukabumi (Jawa Barat). Indonesia masih bergantung pada  negara Timur Tengah untuk menda­patkan bibit rosela merah, seperti Sudan dan Arab Saudi.

Ungkapkan pendapat Anda