prinsip harga dan distribusi

Semua pedagang, termasuk saya, yang menjual produk berupa barang
memerlukan harga supply yang murah. Seperti prinsip EKONOMI saat
belajar di bangku SD, membeli produk dengan harga semurah mungkin
dan menjual semahal mungkin.
pasti kita tahu kan, harga murah dan mahal ini relatif. Karena harga
yang berlaku di pasar hampir semua sudah seragam. Kenapa ? karena
banyaknya kompetitor. Kalau kita jualan sendirian, dan semua orang
perlu ke kita, maka kita bisa menset harga ’seenaknya’ (tapi kan gak
mungkin ? (bisa kalau kita pioner, dan sulit ditiru)).
Nah, kita persempit aja bahasannya. Produk yang kita jual adalah
produk yang umum ada di pasar, dibutuhkan banyak orang dan biasanya
tidak terlalu banyak added value, atau hampir sama dengan produk
komoditi. Komoditi ini seperti jualan beras, voucher fisik, jagung,
minyak tanah, dll. Produk ini tidak perlu diproses lagi, tapi bisa
langsung dijual. Tanpa berubah bentuk. Sama fungsi.
Komoditi sering sekali menjadi kebutuhan utama manusia. Berarti
pasarnya luas. Banyak yang beli. (Kalau banyak semut pasti banyak
gula. Gula kan kebutuhan semut, maka juallah gula pada bangsa semut.)
Kalau demandnya besar, biasanya yang jualan juga sudah bejibun.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah, bagaimana saya pun bisa
menjual dengan harga yang murah atau lebih murah dengan pesaing
lain, tapi untung saya tetap besar ?

Pertanyaan ini tidak hanya menarik bagi para Caped (Calon Pedagang)
tapi juga oleh PEDAGANG yang sudah berjualan bertahun-tahun. Mereka
selalu mencari supply yang murah, sesuai salah satu prosinsip
EKONOMI.

OK, sekarang kita lihat rantai pendistribusian produk.
Produsen –> Dealer Propinsi –> Dealer Kabupaten –> Dealer
Kecamatan –> Pengecer –> Konsumen.
Saya menggunakan istilah propinsi dan sejenisnya agar bisa
memperjelas area cakupan kerja dan perkiraan modalnya.

Perbedaan jenjang ini pula yang membedakan harga beli dan jualnya.

Yang sering kita inginkan, kita masih sebagai pengecer ingin harga
belinya sama dengan Dealer Propinsi.
Jadi kenali lah di mana posisi kita dan kita mau memulai di level
apa. Bisa saja kita tidak harus memulai dari pengecer, tapi
persiapkan modal duit, modal informasi, modal jaringan, modal
strategi sales, dll.

Mau berada di posisi distributor apa, akan menentukan langkah kerja
kita.
Selamat memutuskan dan mewujudkan nya !

Salam entrepreneur !

Masbukhin
www.mpishop. com
http://masbukhinpra dhana.blogspot. com

__._,_.___

Ungkapkan pendapat Anda